Erlina Handayaniii

Simple, Elegan, Mandiri, Bermanfaat.

Minggu, 06 Juli 2014

Review Book

Nama: Erlina Handayani
NIM: 133311016/ KI 2A
Resnsi Buku / Review Book Studi Islam Kontemporer
Judul Buku : Studi Islam Kontemporer
Penulis : M. Rikza Chamami, M.Si.
Penerbit : Pustaka Rizki Putra
Tebal : 227 halaman
Tahun Terbit : Desember, 2012
Biografi Penulis Buku : M. Rikza Chamami, M.Si lahir di desa Krandon Kota Kudus 20 Maret 1980 dari pasangan Chamami Tolchah dan Masfiyah Masruhah. Dari pernikahannya dengan Yolha Ulfana dianugerahi dua anak yaitu Iqlima Naqiyya dan M. Ijlal Azamy . Pendidikan dasar mulai TK dan SD di Nawa Kartika Langgardalem Kudus. Setelah tamat SD, masih kembali menjadi siswa MI kelas 5 lagi di Madrasah Qudsiyyah Kauman Kudus. Setelah tamat kelas 6 MI, ia melanjutkan di MTs dan MA di almamater yang sama. Pendidikan non formal ditempuh di Madrasah Mu’awanatul Muslimah Kudus, Pondok Pesantren Darun Najah Jrakah Tugu Semarang dan kursus Bahasa Inggris LBPP LIA Candi.
Program S.1 ditempuhnya di IAIN Walisongo Semarang Jurusan Kependidikan Islam (KI) dan program minor pendidikan Bahasa Arab (PBA). Dalam waktu kurang dari empat tahun ia berhasil menyelesaikan kuliah S.1 dan mendapat predikat mahasiswa terbaik di jurusan Kependidikan Islam. Skripsi yang disusunnya dengan tebal 260 halaman berhasil mendapat penghargaan skripsi terbaik dalam Puslit Award. Selesainya itu, ia mengambil kuliah program Pascasarjana di IAIN Walisongo Program Studi Pendidikan Islam. Hanya dalam waktu dua tahun ia berhasil menyandang gelar Master Studi Islam (MSI) dengan predikat cumlaude dan sebagai mahasiswa terbaik S.2 Program Studi Pendidikan Islam.
Saat ini aktif sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan Sekretaris Laboratorium Pendidikan Fakultas Tarbiyah. Pengalaman kerjanya sebagai redaktur majalah Al-Mihrab 2004-2005, Staf Ahli KPID Jawa Tengah 2004-2006, Asisten Ahli KPI Pusat 2006-2009, Wakil Direktur Institute for Media and Local Democracy (ImeLD), Dewan Pakar Student Watch, Direktur Lembaga Pembangunan Intelektual dan Pendidikan (LePIP), Redaktur Newslatter Penyiaran, Staf Perpustakaan Fakultas Tarbiyah, Staf Ahli Jurusan Kependidikan Islam (KI), Editor Jurnal HARMONI Puslitbang Kemenag RI, Sekretaris Jurnal Pendidikan NADWA, Sekretaris Jurnal Budaya Jawa DEWARUCI, Litbang Jurnal EDUKASI dan Ketua Yayasan MAQDIS Foundation.
Kegiatan ilmiah dalam bentuk karya tulis selalu aktif dilakukan. Sebelum menjadi dosen sudah aktif menulis di beberapa media: Suara Merdeka, Radar Kudus, Solo Pos, Wawasan, Majalah Edukasi, Majalah Al Mihrab, Majalah Ma’arif dan jurnal-jurnal ilmiah. Buku ilmiah yang dihasilkan antara lain: demi IPNU (Aneka Ilmu Semarang, 2003), Mengendalikan “Syahwat Politik” Kiai NU (Aneka Ilmu Semarang, 2004), Pendidikan Kaum Sarungan (IPNU Press, 2009), Pendidikan Neomodernisme: Telaah Pemikiran Fazlur Rahman (Rasail Semarang, 2010), Inspirasi Spirit Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW (Mubarok Press Kudus, 2011). Kemudian buku yang saya review ini yang berjudul Studi Islam Kontemporer (Pustaka Rizki Putra, 2012).
Buku yang saya review ini merupakan salah satu wujud untuk merespon kenyataan bahwa agama menjadi wujud penghambaan kepada Tuhan dan menjadi penguat untuk hidup saling berdampingan. Agama juga menjadi alat untuk menganalisis realitas sosial yang dinamis. Kondisi inilah yang mendorong perlunya membuat kontruksi baru dalam memaknai studi islam kontemporer. Catatan-catatan dalam merespon fakta studi islam ini berawal dari diskusi-diskusi ilmiah yang penulis lakukan selama kuliah.
Dalam buku ini menjelaskan tentang beberapa kajian keislaman yang di bahas melalui studi sejarah, fenomenologi, filsafat, pendidikan, dan budaya. Sehingga perlu difahami bahwa agama Islam diturunkan tidak hanya untuk satu kaum atau satu golongan saja, justru Islam diturunkan untuk seluruh alam ini. Buku Studi Islam Kontemporer ini terdiri atas 10 bab diantaranya:
Bab 1: Kebangkitan kebudayaan dan keilmuan: potret disintegrasi Abbasiyah yaitu membahas tentang munculnya dinasti-dinasti kecil di Barat maupun Timur Baghdad yang berusaha melepaskan diri atau meminta otonomi, perebutan kekuasaan oleh dinasti Buwaihi dari Persia dan Saljuk dari Turki di Baghdad, lahirnya perang salib antara pasukan Islam dengan pasukan salib Eropa. Terjadinya disintegrasi ini akan berimplikasi pada kehancuran konsolidasi politik dan niat untuk melakukan ekspansi. Dan sektor lain yang mengalami gangguan adalah pendidikan, budaya, ekonomi, politik dan lain-lain. Hal ini jelas akan berimplikasi pada pasang surutnya kebangkitan budaya dan keilmuan.
Bab 2: Kajian kritis dialektika fenomenologi dan islam yaitu membahas tentang pengertian fenomenologi yang berasal dari kata fenomen yang artinya gereja, yaitu suatu hal yang tidak nyata dan semua. Juga dapat diartikan sebagai ungkapan kejadian yang dapat diamati lewat indera. Fenomena memang menunjuk ilmu pengetahuan tentang apa yang tampak (phenomenon). Jadi seperti sudah tersirat dalam namanya, fenomenologi mempelajari apa yang tampak atau apa yang menampakkan diri sehingga dapat disebut fenomenon.
Bab 3: Filsafat materialisme Karl Mark dan Friedrick Engels yaitu bahwa Mark dan Engels adalah filsuf yang menggagas materialisme dialektis dan materialisme historis yang berkiblat pada Hegel secara kritis dengan melakukan rekonstruksi. Dan pengertian materialisme itu sendiri adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi.
Bab 4: Skeptisisme otentitas hadist: kritik orientalis Ignas Goldziher. Goldziher adalah seorang orientalis ahli tafsir dan hadist berasal dari Hongaria berkebangsaan Jerman. Dalam membuat kritik hadist, Goldziher masih memilah antara hadist dan sunnah. Ia menyatakan bahwa hadist bermakna suatu disiplin ilmu teoritis dan sunnah adalah kopendium aturan-aturan praktis. Satu-satunya kesamaan sifat antara keduanya adalah behwa keduanya berakturan turun-temurun.
Bab 5: Telaah sosio-kultural: manhaj ahlul madinah dalam pembahasan ini terjadi perbedaan pendapat para ulama’ dalam menetapkan hukum islam. Nabi pernah bersabda bahwa suatu saat umatnya akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Hal ini menandakan bahwa terjadi perbedaan pendapat pada kaum Islam. Yang di pelopori oleh fuqaha al-sab’ah yaitu: Sa’id bin Musayyab, Urwah bin Zubair, Abu Bakar bin Abdurrahman, Ubaidillah bin Abdullah, Khorijah bin Zaid, Al-Qasim bin Muhammad, Sulaiman bin Yasar. Dua madzhab besar dalam hukum Islam adalah ahlul Hadits dan ahlul Ra’yi, yang pada akhirnya melahirkan madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, Madzhab Hambali, dan Mazhab Hanafi.
Bab 6: Postmodernisme : realitas filsafat kontemporer membahas era postmodern yang ditandai oleh fenomena yang serba paradoksal. Postmodernisme identik dengan dua hal. Pertama, post-modernisme dinilai sebagai keadaan sejarah setelah zaman modern. Kedua, post-modernisme dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai paradigma pemikiran modern.
Bab 7: Potret metode dan corak tafsir Al-Azhar yang membahas tentang pengertian tafsir Al-Azhar karya Hamka yaitu salah satu tafsir karya warga Indonesia yang dirujuk atau dianut dari Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abdu dan Rasyid Ridla. Ciri yang ada dalam tafsir karya Hamka tersebut nampak metode tahlili (analisis) bergaya tertib mushaf dan corak kombinasi al-Adabi al-Ijtima’i-Sufi.
Bab 8: Diskursus metode hermeneutika Al-Qur’an ini membahas tentang hermeneutika yang digunakan sebagai jembatan untuk memahami Islam secara exhaustive (menyeluruh), baik dari persoalan historis-sosiologi dan semiotis-kebahasan. Hermeneutika Al-Qur’an adalah salah satu metode untuk membedah kandungan makna ayat Allah ini dengan menyesuaikan konteks dan membuat ayat itu semakin kontekstual. Sehingga yang muncul adalah dialog Al-Qur’an antara teks dan konteks.
Bab 9: Jawa dan tradisi Islam penafsiran historiografi Jawa Mark R Woodward membahas tentang salah satu ciri Islam Jawa yang dikatakan oleh Mark R Woodward adalah kecepatan dan kedalamannya mempenertrasi masayarakat Hindu-Budha yang paling maju (sophisticated). Mark R Woodward juga sangat kritis terhadap karya Geertz. Mencari titik temu antara agama (Islam) dengan kultur (Jawa) menyimpan kekhawatiran laten akan berkurangnya otentisitas dan kemurnian ajaran agama itu.
Bab 10: Reinterpretasi profil peradaban Islam dalam pembahasan ini ditemukan peninggalan-peninggalan umat Islam pada masa dinasti-dinasti terdahulu berupa tempat tinggal ibadah, perpustakaan, bangunan istana dan tempat-tempat sosial. Disanalah gudangnya para ilmuan muslim yang tersohor dengan penemuannya, seperti al-Farabi, Ibnu Sina, al-Razi, Ibnu Rusyd, al-Ghozali dan masih banyak lagi.
Dalam buku Studi Islam Kontemporer ini tentunya terdapat kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari buku ini adalah dalam membahas suatu masalah lebih dijabarkan penyelesaiannya. Selain itu, tidak hanya fokus pada permasalahan Islam yang ada di Arab akan tetapi juga di Indonesia khususnya Jawa. Sumber yang digunakan dari banyak sumber, itu menjadikan kita lebih memahami. Sedangkan kelemahannya yaitu banyak kata-kata yang salah cetak atau masih menggunakan singkatan-singkatan yang tidak umum dan juga penggunaan kata-kata terlalu ilmiah, jadi sulit untuk dipahami. semoga bermanfaat. amin.
SukaSuka · 
  • Dilihat oleh 42
    Zulaehatus Sofiyah menyukai ini.
  • Erlina Handayani
Diposting oleh Erlina Handayani di 21.59 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

TUGAS KTI (mencari judul skripsi)

saya bernama:
Erlina Handayani
NIM: 133311016/ KI 2A
Tugas KTI

 menemukan judul skripsi

judul: Penerapan Manajemen Budaya Sekolah Islami Di SD Islam Sultan Agung 04 Semarang yg disusun oleh Usfuriyah

Rumusan Masalah:
1.bagaimana penerapan manajemen budaya sekolah islami di Sd Islami Sultan Agung 04 Semarang,
2. apa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen budaya skolah islami.

Isi skripsi ini memaparkan bahwa manajemen BUSI di SD Islam Sultan Agung 04 Semarang sudh ckup baik, dgan indikator terlaksananya bbrapa kegiatan yg ssuai dgan perencanaan, meningkatnya prestasi akademik ,terciptanya lingkungan skolah yg brsih, dan terjalin hbgan baik antar warga sekolah.

budaya islami yaitu suatu kondisi dimana skolah telah mjd bgian dlm pmbntukan karakter keislaman trhdp wrga skolah baik secara fisik maupun dlm bntk kgiatan bernuansa islami.

BUSI yg di terapkan yaitu suatu gerakan berjama.ah di yayasan pendidikan badan wakaf sultan agung semarang yg di sepakati untk mjd kbiasaan dlm rangka membangun generasi khaira ummah.
faktor pendukung.nya yaitu
1.komitmen dr top manajemen
2. dedikasi warga madrasah
3. diterapkanya sistem reward dan punishment
4.ktersediaan fasilitas pnddkan yg representatif
faktor pghambat
1.blm optimalnya tgas tim BUSI
2. org tua siswa blm trbiasa dgn BuSI
3. blm optmalnya pnerapn sanksi
4. kehawatiran anggota akan persepsi masyarakat sbge skolah yg bnyk aturn, dan brgaris keras
5. ketidakpuasan pihak internal akan konsekwensi logis yg hrus d.laksanakan dlm perwjdan suasana keagamaan d.sekolah
Diposting oleh Erlina Handayani di 21.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 20 Mei 2014

Story of My Life :)









Assalamualaikum Wr.Wb

Story of My Life


Erlina Handayani, itulah pemberian nama dari kakek saya tercinta. Saya sendiri juga tidak mengetahui apa makna dari nama tersebut. Apalah arti sebuah nama, yang terpenting kelak besar menjadi kepribadian yang baik dan sukses dunia akhirat. Saya lahir karena Allah telah berkehendak pada tanggal 25 Januari 1995 dengan perantara ibu saya yang bernama Nur Jumiati dan ayah saya bernama Arief Kurniawan. Alhamdulilah ayah bekerja di Balai Desa Cepiring sebagai Perangkat Desa, ibu saya seorang ibu rumah tangga, sembari menjalani bisnis batik sekarwangi-cepiring bersama Budhe, alhamdulilah hidup berkecukupan. Saya anak pertama dari dua bersaudara, adik laki-laki saya bernama Muhammad Annas Wibowo dan adik perempuan saya bernama Kirtya Hayu Pratiwi, semua nama tersebut pemberian ayah saya, hanya nama saya yang pemberian dari kakek.


Seiring berjalanya waktu, saya mulai sekolah usia 3th, di TK Tarbiyatul Athfal Desa Cepiring, saya masuk TK terlalu awal, karena saya melihat teman-teman sudah mulai sekolah, dalam hati saya iri ingin sekali sekolah TK seperti teman-teman yang lainya. Disinilah bakat saya sudah mulai dirasakan oleh ibu saya. Sering sekali saya terlibat dalam perlombaan menari, menyanyi, bermain alat musik walaupun di tingkat anak TK, hingga saya di belikan alat musik piano oleh ayah saya, bukan saya yang memainkanya, saya suka bernyanyi bersama dengan ayah dengan diiringi piano tersebut. Selesai sudah sekolah TK, saya melanjutkan Sekolah Dasar, sebelumnya pertama saya sekolah dasar yaitu di SDN 05 Cepiring, karena lokasinya jauh dengan rumah saya dan ayah repot antar-jemputnya, kenaikan kelas dua saya di pindahkan di SDN 02 Cepiring, disinilah saya mengalami kelas satu selama dua kali, karena umur saya yang belum memenuhi syarat, maka harus mengulang lagi kelas satu. Di SDN 02 saya hanya dua tahun kemudian dipindahkan di SDN 03 Cepiring mulai kelas tiga dengan segudang prestasi, saya sering mendapat giliran menjadi petugas upacara sebagai pemimpin upacara, dirijen, dokter kecil, pembaca Undang-undang, dan pembawa teks pancasila sudah saya rasakan.

Saya pernah mengikuti POPDA Atlet Tolak Peluru Putri tingkat kecamatan sampai provinsi. Bakat saya dibidang musik mulai berkembang dengan mengikuti ekstrakulikuler karawitan dengan posisi sebagai sinden, pernah juga penabuh Bonang Barong. Ini juga mendapat juara di tingkat kabupaten kendal, dan juga mendapat job mengisi acara festival kebudayaan.

Alhamdulilah, saya lulus SD dengan nilai baik, saya meneruskan SMP di Wonosobo tepatnya SMP Takhassus Al-Qur’an, sembari hidup di penjara suci Pondok Al-Asy’ariyah Kalibeber Wonosobo selama tiga tahun. Bakat saya dibidang musik berkembang, bergabung dengan Grup Qotrun Nada, lumayan bisa memberi nama baik sekolah dan juga dapat penghasilan sendiri. Bidang  olahraga juga makin berkembang, saya lagi-lagi menjuarai Tolak Peluru Putri tingkat provinsi, ada juga mengikuti club bola voli putri. Organisasi OSIS pun saya taklukan, saya pernah menjabat sebagi wakil OSIS di SMP tersebut, mulai disitulah saya berani berbicara didepan umum, karena saya mempunyai misi “Unggul dalam Prestasi, disiplin di segala Bidang”.

Hidup di penjara suci bagi saya sangat menyenangkan, dapat pengalaman spiritual juga. Saya di pondok menjadi ketua Blok atau kamar, yang masing-masing berjumlah 40 orang, tidur dilantai, intinya mengajarkan saya tentang hidup Prihatin (kata orang jawa). Sejak mondok saya menjadi kepribadian yang mandiri, karena jauh dari orang tua. Bebaslah saya dari penjara suci, saya kembali ke perkampungan tempat saya lahir di desa Cepiring.

Saya melanjutkan di MAN Kendal, satu-satunya Madrasah Negeri di daerah Kabupaten Kendal. Apa yang saya dapatkan disini ?, tentunya banyak prestasi yang membanggakan kedua orang tua dan juga orang-orang yang mengenal saya. Bidang musik, saya mempunyai Band Putri satu-satunya di MAN Kendal untuk angkatan saya, sampai sekarang masih eksis untuk acara Pensi di sekolah-sekolah. Posisi saya sebagai pianis. Kelas sebelas saya masuk jurusan Bahasa, karena penjurusan dimulai sejak kelas sebelas. Disini bakat terpendam saya mulai tampak, baca puisi, bermain drama, menjadi reporter, dan juga berwirausaha, untuk mengembangkan wirausaha saya, ada kantin kejujuran di lorong jalan menuru kelas saya. saya mengikuti workshop Tata Busana, untuk masuk workshop harus melewati tes seleksi, alhamdulilah saya berhasil.banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, saya menjadi bisa menjahit, membuat pernak-pernik kerudung,Pin, dan assesoris perempuan yang lainya. Saya juga mendapatkan pengalaman magang di suatu perusahaan kaos di daerah Kendal. 

Masa putih abu-abu telah berakhir. Kini saya melanjutkan jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri IAIN Walisongo Semarang. Saya mengambil Prodi Kependidikan Islam memfokuskan pada Manajemen Pendidikan. Saya masuk IAIN lewat jalur prestasi, alhamdulilah hanya tes bahasa saja. Disini saya mulai aktif dengan apa yang saya sukai, untuk memperkembang bakat yang saya miliki, saya dirumah membantu usaha budhe yaitu Batik Sekarwangi Cepiring, disini saya sebagai staff marketing. Bulan lalu saya mendapat tugas mengikuti pelatihan desain batik, sungguh senang rasanya bisa mendapat ilmu begitu banyak dari senior yang biasa membuat desain batik. Sambil menyelam minum air, disisi lain saya tertarik dunia photografi, saya punya mimpi untuk menjadi seorang photograf, dimana usaha sampai sekarang yaitu menabung untuk mendapatkan Camera SLR, malu kan kalau minta kedua orang tua, toh itu juga mimpi saya sendiri, saya harus mewujudkanya dengan kerja keras dan usaha-usaha yang saya lakukan. Karena saya berada di fakultas pendidikan, terbesit niatan untuk menjadi seorang guru, itu sebuah profesi yang sangat mulia. Semoga apapun yang saya lakukan dapat bermanfaat untuk diri saya, orang lain, dan masa depan. Amin. Bon Courage !!.

Wassalamualaikum Wr.Wb
Salam Sukses.
Diposting oleh Erlina Handayani di 03.02 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 28 Maret 2014

peran pendidikan dalam pembangunan (Karya Tulis Ilmiah)

Peran Pendidikan dalam Pembangunan

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap pembangunan selalu diupayakan seirama tuntunan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya.

Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan dibidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah,karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahanya pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit direalisasikan. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika dicermati terjadi sebuah ketidakadilan antara si miskin dan si kaya, seolah sekolah hanya milik orang kaya, sehingga yang kekurangan merasa minder untuk sekolah. Ditambah lagi publikasi beasiswa sangatlah minim.

Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki staf fasilitas yang memadahi, pengajar yang berkompetensi, serta kurikulum yang tepat. Akan tetapi, pada kenyataanya sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat didaerah terpencil dan kumuh yang segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan. Begitulah pendapat saya mengenai pembangunan pendidikan di Indonesia.
Diposting oleh Erlina Handayani di 04.06 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Translate

Arsip Blog

  • ►  2017 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (1)
  • ▼  2014 (4)
    • ▼  Juli (2)
      • Review Book
      • TUGAS KTI (mencari judul skripsi)
    • ►  Mei (1)
      • Story of My Life :)
    • ►  Maret (1)
      • peran pendidikan dalam pembangunan (Karya Tulis Il...

Manager Blogger

Foto saya
Erlina Handayani
Make It Simple.
Lihat profil lengkapku

Wikipedia

Hasil penelusuran

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.